Pengertian dan Tata Cara Aqiqah Sesuai Anjuran Islam

Kelahiran buah hati merupakan suatu anugerah yang menjadi kebahagian orang tua. Sebagai wujud dari rasa terima kasih dan rasa syukur, Islam menganjurkan umatnya untuk melaksanakan aqiqah. Banyak orang tua yang kini mengandalkan layanan jasa aqiqah online untuk memudahkan pelaksanaan ibadah ini.

Dengan demikian, ibadah tetap terlaksana dengan lebih mudah tanpa mengurangi tata cara aqiqah yang sesuai dengan yang dianjurkan menurut syariat.

Pengertian Aqiqah secara Bahasa dan Istilah

pexels.com

Secara umum, masyarakat mengenal aqiqah sebagai ibadah yang dilakukan dengan menyembelih hewan ternak kemudian membagikan olahan dagingnya kepada kerabat, tetangga maupun golongan yang membutuhkan. Dari segi bahasa, aqiqah berasal dari bahasa Arab al qat’u yang artinya memotong. Sementara menurut istilah, aqiqah adalah memotong hewan sembelihan di hari ke-7 pasca bayi dilahirkan sebagai perwujudan atas rasa syukur kepada Allah.

Aqiqah Sesuai Anjuran dalam Islam

Agar pelaksanaan ibadah aqiqah dapat berjalan dengan baik dan tetap sesuai dengan anjuran sunnah, maka sudah sewajarnya para orang tua yang hendak melakukan aqiqah mengetahui apa saja yang termasuk dalam tata cara ibadah ini. Anjuran ini meliputi waktu, hewan sembelihan, pembagian olahan daging, pemberian nama, mencukur rambut anak serta doa.

Waktu

Sangat dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah pada hari ke-7 dari hari kelahiran. Namun apabila pada hari ke-7 tersebut terjadi suatu halangan, maka aqiqah bisa dilakukan di hari ke-14 atau hari ke-21. Dan apabila, kondisi ekonomi dari kedua orang tua tersebut tidak memungkinkan (tidak mampu) untuk melaksanakan aqiqah, maka ibadah ini boleh untuk tidak dilakukan.

Mungkin yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara menghitung 7 hari dari waktu kelahiran mengingat adanya perbedaan dalam perhitungan waktu. Saat bayi dilahirkan pada Sabtu pukul 7 pagi, maka hari Sabtu sudah dihitung hari pertamanya dimana aqiqah bisa dilaksanakan pada hari Jum’at.

Sementara jika bayi lahir pada Sabtu pukul 7 malam, maka hari pertama adalah hari Minggu  sementara aqiqah dilakukan hari Sabtu.

Hewan Sembelihan

pexels.com

Dalam Islam, syarat hewan yang akan dijadikan sebagai sembelihan untuk aqiqah memiliki kriteria yang sama dengan hewan untuk ibadah qurban meliputi jenis, umur, hingga kondisi fisik yang bebas cacat dan penyakit. Jika menggunakan kambing, maka dianjurkan menyembelih 2 ekor untuk anak laki-laki sementara untuk anak perempuan adalah 1 ekor.

Meskipun tidak ada ketentuan harus menggunakan jenis kambing tertentu, namun lebih dianjurkan untuk memilih domba putih yang sehat dengan umur setidaknya setengah tahun. Sementara jika menggunakan kambing, maka sebaiknya kambing tersebut berumur 1 tahun, sapi minimal  2 tahun, sementara unta berumur 5 tahun.

Penyembelihan

Dalam Islam, teknik menyembelih hewan ada 2 macam, yakni

  • Zabh; penyembelihan dengan posisi hewan dibaringkan seperti saat menyembelih sapi, dan
  • Nahr ; penyembelihan dengan posisi hewan berdiri yang biasanya diterapkan untuk menyembelih unta

Kedua teknik tersebut lebih kepada prosedurnya saja dimana tata cara penyembelihan harus tetap didasarkan pada syariat Islam, meliputi

  • Dilakukan oleh orang Islam
  • Binatang yang disembelih merupakan hewan yang masih dalam keadaan hidup dan halal
  • Alat (pisau) yang dipakai untuk menyembelih harus dalam kondisi yang tajam
  • Membaca basmalah serta salawat Nabi
  • Memotong kedua urat di kanan dan kiri leher supaya hewan tersebut segera mati
  • Disunnahkan menyembelih di pangkal leher untuk hewan semebelihan dengan leher yang panjang
  • Hewan sembelihan digulingkan ke sebelah rusuk kiri (agar penyembelihan lebih mudah)
  • Menghadap ke arah kiblat

Pembagian Daging Hewan Aqiqah

pexels.com

Meskipun kriteria hewan sembelihan untuk aqiqah ini sama dengan hewan untuk qurban, terdapat perbedaan dalam cara membagikan daging. Tata cara aqiqah menganjurkan daging dibagikan dalam kondisi yang sudah dimasak atau sudah diolah siap disantap. Hal ini didasarkan pada hadits Aisyah R.A:

“Sunnahnya 2 ekor kambing untuk anak laki-laki dan 1 ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Kemudian dimakan (oleh keluarganya) dan disedekahkan di hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)”

Daging yang sudah dimasak tersebut kemudian disantap oleh keluarga kemudian sepertiganya dihadiahkan pada para tetangga serta fakir miskin atau golongan yang membutuhkan. Proses ini bisa menjadi lebih mudah jika Anda menggunakan jasa layanan aqiqah. Anda juga bisa meminta kepada jasa aqiqah Solo untuk mengirimkannya ke alamat Anda ataupun langsung ke panti asuhan, misalnya.

Memberi Nama

Saat melaksanakan aqiqah tersebut, juga dianjurkan untuk memberi nama kepada anak. Nama yang akan diberikan kepada anak bisa saja dipersiapkan jauh hari kemudian dipilih yang paling bagus. Orang tua boleh saja meminta masukan dari orang lain yang lebih memahami tentang nama agar doa yang terselip di dalam nama tersebut lebih bermakna.

Mencukur Rambut

Selain halnya memberi nama, Rasulullah menganjurkan untuk mencukur rambut anak di hari ke-7 tersebut. Ada orang yang mencukur hanya sebagian rambut saja dan ada pula yang mencukurnya rata.

Doa

Ada pula pelafalan doa pada beberapa saat tertentu diantaranya saat penyembeliihan hewan:

Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.

Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.

(HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud)

Ada pula doa untuk anak:

U`iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli `ainin laammah.

Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang prima, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian

Demikianlah beberapa tata cara yang dilaksanakan selama aqiqah diantaranya yang paling utama yaitu menyembelih hewan, mencukur rambut, memberikan nama lalu membagikan daging aqiqah. Semoga bermanfaat.